DEMOKRASI DAN FALSAFAH EKONOMI ISLAM

oleh : M. Nurbadruddin

PSAP (Pusat Studi Agama dan Politik) UIN JKT

Tidak diragukan lagi bahwasanya perkembangan yang ada sekarang ini mempunyai karakteristik yang fair terhadap kepentingan-kepentingan politik dan agama sebagai nilai kompleksitas dalam pemerintahan. dengan telah dilaksanakannya pemilu tahun 2004 menandakan telah terpenuhinya kepentingan politik yang madani yaitu membangun jaringan produktivitas ikatan sosial yang bersifat non-governance demi mencapai kebaikan bersama “public good”. karena itu, timbulnya tekanan terhadap penegakan demokrasi yang terfokus pada sistem dan masyarakat madani sebagai akar dari awal konstruksi sebuah tatanan kehidupan yang menginginkan kesejajaran hubungan antara warga negara dengan atas dasar perinsip saling menghormati maupun nilai-nilai agama

Islam adalah sistem nilai yang memebenarkan dan mendukung sistem politik demokrasi, karena demokrasi sudah menjadi bagian integral sistem pemerintahan dan secara otomatis berkembang dengan sendirinya melalui nilai yang universal sebagai prinsip umum yang telah dirumuskan pada al maqasid al syariat , merupakan pemahaman tentang penerapan syariat yang sangat beragam dengan perkembangan waktu ke waktu demi menyesuaikan dengan kebutuhan yang urgent dalam merealisasikan nilai yang universal demi tegaknya hak-hak asasi manusia, dan hal tersebut tercakup dalam ekonomi Islam, baik dengan konsep non ribawi sebagai alternatif pada sistem ekonomi konvensional yang telah ada sekarang ini maupun keadilan, dan kerjasama serta keseimbangan.

Perkembangan ekonomi Islam yang ada pada saat ini merupakan peran penting dari perjuangan politik dari masyarakat sendiri, yang menginginkan adanya perubahan yang mendasar pada segi konsep yang ilmiyah dan rasional, dengan proses yang objektif. terbukti dengan lebih dari 24 bank yang ada membuka unit syariah dan tiga bank umum syariah dengan merealisasikan konsep-konsep syariah, perkembangan ini bukanlah hanya perjuangan sekelompok belaka, akan tetapi pilar-pilar Islam dan political will yang menunjang kebebasan akan perkembangan yang lebih membaik “social good” dari pilar-pilar demokrasi yang berjalan di negara Indonesia.

Pluralitas

Dengan banyaknya terbentuk lembaga-lembaga perbankan yang memakai sistem syariah, membuka peluang siapapun bisa menginvestasikan di lembaga tersebut, kesadaran akan kemajemukan menghendaki terbentuknya sisi yang positif ke arah persatuan dari berbagai etnis, bahasa, budaya, agama dan potensi alam, dengan memahami sisi positif akan membentuk kepribadian yang demokratis dan keterbukaan ini merupakan salah satu simbol akan pluralitas sistem yang digunakan, dan kepercayaan yang diemban sebagai tanggung jawab

Transparansi

Keterbukaan akan segala hal yang paling mendasar pada segala hal, membentuk konteks “honesty” suatu kejujuran dalam transaksi memberikan nilai yang sangat berarti dan konstruksi setiap moral, tidak adanya kecurigaan maupun adanya perasaan yang was-was akan setiap langkah yang diambil dengan adanya keterbukaan akan transaksi dan aplikasi.

Government support

Makna yang terkandung pada “government for the people” merupakan dukungan besar akan perkembangan sistem yang dianut, dan pemberian besar akan harapan yang timbul demi membentuk hukum dan aturan yang dimainkan sebagai payung dalam perkembangan dan ketaatan akan tatanan yang dibentuk demi kemajuan bersama. Sebagai sistem baru di negara Indonesia, perbankan syariah adalah suatu simbol sistem yang telah dijalani dalam literatur ekonomi Islam yang harus mendapatkan dan mempunyai undang-undang sebagimana hukum perbankan lainnya sebagai bagian penegak demokrasi.

Pengabdian

Ini adalah sumber dari aktifitas manusia sebagai makhluk yang mempunyai hubungan vertikal dan horizontal, nilai horizontallah sebagai keyakinan bahwa segala sesuatu bersumber serta berakhir kepada Allah SWT, karena dialah pemilik mutlak dan tunggal apa yang ada di alam semesta ini. keyakinan seperti ini diungkapkan oleh Quraisyihab, keyakinan tersebut mengantarkan seorang muslim untuk menyatakan pada setiap solatnya ” inna as solati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil alamin “ artinya: sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku adalah semata-mata demi karena Allah, Tuhan semesta alam. prinsip inilah yang menyatukan manusia dan alam semesta sebagai mahkluk yang mengabdi kepada pemilik semua sumber yang ada di muka bumi ini. inilah salah satu nilai pengontrol dan membentuk sikap tanggung jawab dalam beramal sebagaimana imam al ghazali mengatakan amal adalah usaha manusia dalam memenuhi kebutuhannya (ekonomi).

Hal yang paling utama dalam era demokrasi sekarang ini, merupakan kebebasan akan perkembangan sistem yang digunakan, teruji dan bertanggung jawab adalah asas dari sistem tersebut sebagai fondasi dan bukanlah simbol yang menentukan akan berkembangnya sistem. Di sisi lain adalah moralitas sebagai batasan dan penopang dalam pelaksanaan sistem, kesinergian ini akan menimbulkan citra dan perkembangan pada waktu yang akan datang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s