Menjaga Komunikasi

Oleh : M.Nurbadruddin

Berkembangnya teknologi seiring dengan berkembangnya akan kebutuhan komunikasi antar sesama, kemampuan untuk berkomunikasi inipun berkembang menjadi berbagai macam fungsi, baik bahasa lisan maupun tulis dalam penyampaian yang jauh lebih mudah. Bahkan dengan kemampuan yang semakin mudah ini umat manusia bisa digiring kepada kondisi tertentu yang diinginkan. Begitu pentingnya menjaga komunikasi ini agar berjalan sesuai dengan koridor ahklaq dan moral yang baik, maka Islam memberikan perhatian khusus dalam kaitannya dengan kemaslahatan umat, agar kondisi masyarakat dapat tetap terpelihara dengan baik, terlebih lagi, pada akhir-akhir ini, dimana umat manusia sedang dalam kondisi rawan karena tertimpa berbagai masalah. Sedikit saja orang salah dalam berbicara dapat berdampak luas. Firman Allah SWT yang artinya : “Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian si sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidaka kamu kerjakan.”(QS.Ash-Shaff:2-3). Hal ini juga dianggap penting hingga baginda bersabda: “barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, maka hendaklah berkata baik atau hendaklah diam.”(HR. Bukhari Muslim). Dari ayat dan hadist diatas dengan tegas dan serius memberikan perhatian untuk mengontrol lisan sebagai perantara dalam mengkomunikasikan pada setiap apa yang ingin disampaikan kepada semua orang yang dihadapi, pertama, berkomunikasilah dengan baik atau mengungkapkan perkataan-perkataan yang baik akan menjadi cerminan pada suatu keimanan seseorang yang merupakan fundamental bagi kehidupan manusia itu sendiri, karena keslarasan akan pembicaraan dan tindakan menjadi cermin dan menciptakan keimanan yang secara komprehensif dapat menimbulkan suatu suasana yang kondusif, kedua, mengambil langkah sikap berdiam diri ketika nilai kebaikan tidak terkandung pada sebuah pembicaraan yang dibahas.

Ada beberapa hal tindakan yang harus kita lakukan untuk menjaga lisan sebagai alat komunikasi agar selalu terjaga dan terpelihara dan menjauhi hal-hal yang tidak bermanfaat dan menimbulkan mudharat akibat dari pembicaraan yang tidak diinginkan:

Hendaklah menggunakan alat komunikasi (ucapan) ini karena adanya maksud yang benar, pembicaraan atas dasar kebenaran. Pembicaraan yang tanpa didasari suatu kebenaran berarti sudah menyia-nyiakan fungsi yang telah dikaruniakan, maka hendaklah memanfaatkan sebenar-benarnya agar disetiap apa yang dibicarakan dapat mengambil hikmah dan mashlahah yang terkandung didalamnya dan menghindari dari kesalahan yang mengakibatkan kemudharatan. Sabda Rasulullah Saw “Lisan orang yang berakal sehat itu muncul dari balik nuraninya. Maka ketika ia hendak berbicara, ia terlebih dahulu kembali kepada nuraninya, apabila ada manfaat baginya, ia berbicara, dan apabila dapat berbahaya, maka ia menahan diri. Sementara hati orang bodoh berada di mulut, ia berbicara apa saja yang ia mau.

Sebaiknya memanfaatkan mulut sebagai alat komunikasi yang membuahkan sebuah ucapan tepat pada sasaran dan tepat waktu, keduanya merupakan tindakan yang efektif jika harus melihat sasaran pembicaraan dan memilih waktu yang tepat untuk membicarakannya hingga tidak ada yang salah pada sasaran yang dibicarakan.

Berbicara seperlunya sesuai dengan kebutuhan, sesuai dengan proporsinya, yaitu setiap pembicaraan jangan sampai berlebihan yang bakal akan menimbulkan suatu kesalah pahaman dan menjadikan hal tersebut tersia-siakan. Rasulullah bersabda: “Hai ibnu Jabal, tidaklah manusia itu dimasukkan ke dalam neraka kecuali buah dari mulutnya.”. pesan yang disampaikan Rasulullah sangatlah tegas kepada Muaz untuk menjaga ucapan agar selalu sesuai dengan kebutuhan dan menghindari ucapan yang tidak diinginkan agar tidak adanya mudharat.

Pilihlah kata-kata yang sesuai dan tepat. Karena ucapan merupakan simbol dari pribadi yang mengatakannya. Dengan bertutur kata yang benar dan menyesuaikan dengan kondisi dan situasi dan juga menjauhi kata-kata yang tidak layak untuk diucapkan akan memberikan jalan aman pada setiap komunikasi yang dibangun pada setiap orang yang dihadapi.

Pada masa saat ini banyak mengalami demoralisasi yang akan memberikan kita pada pilihan yang sulit. Kebenaran dan kejujuran tidak hanya menjadi hal yang asing kita jumpai namun juga mahal dan juga tidak jarang harus di sertai suatu pengorbanan, kebenaran akan membangun diri kita pada suatu kehidupan yang yang menuju kepada nilai-nilai kebaikan yang bukan hanya untuk kepentingan sesaat dan egoisme, hal ini terserah pada kita untuk memilih, dan tentunnya pilihan kita akan selalu mengandung risiko. hanya saja manakala didalam batin kita masih tersisa sebuah cita-cita luhur Allah akan memberikan penerangan dan jalan keluar dari setiap masalah yang dihadapi oleh kita.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s